Pada Jumat 9 Oktober 2020, Badan Perencanaan dan Pengembangan (BPP)/ Rumah Gagasan (RG) UII mendapatkan kunjungan bertajuk studi banding dari BPP Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma). Silaturahim virtual dengan media Zoom ini dihadiri langsung oleh Dr Suliswiyadi MAg (Rektor) Puguh Widiyanto (Wakil Rektor I) Lilil Andriani, SE, MSi (Wakil Rektor II), Dr Rochiyati Murni, SE, MP (Kepala BPP), Purwono Hendradi, MKom (Kepala Bidang Analisis Data BPP), Barkah Susanto, SE, MSc, dan Wahyu (Staff BPP).

Dari pihak BPP/RG UII yang join antara lain Dr Ing Ilya Fadjar Maharika, MA, IAI selalu Kepala Badan yang didampingi Ayundyah Kesumawati, SSi, MSi (Kepala Bidang Akreditasi dan Rekognisi) dan Shubhi Mahmashony Harimurti, SS, MA (Kepala Bidang Akademik dan Organisasi). Kegiatan diawali dengan pengantar dari pihak Unimma yang disampaikan oleh Rektor dan Kepala BPP.

Sesuatu yang terlihat menarik bagi BPP Unimma untuk melakukan kunjungan virtual ke BPP/RG UII adalah keberadaan Rumah Gagasan di perguruan tinggi nasional pertama ini. Disampaikan oleh Kepala BPP/RG UII bahwa beberapa cara digunakan dalam memaksimalkan Rumah Gagasan. Misalnya adalah pembuatan paranala Rumah Gagasan di web, pelaksanaan lomba penulisan Imaji UII 2050, dan Angkringan Rumah Gagasan.

Silaturahim dalam jaringan (daring) ini berlangsung selama 2 jam. Banyak hal menarik yang dapat meningkatkan kualitas masing-masing unit. Khususnya BPP Unimma yang baru terbentuk 10 September 2020. BPP/RG UII pun sebenarnya merupakan unit baru yang mulai ada di pertengahan 2018 seiring dengan perubahan statuta Badan Wakaf. Sebelumnya masih bernama Badan Perencana.

 

Assalamu’alaikum wr wb
Ykh Dosen, Tenaga Kependidikan, dan Mahasiswa di Universitas Islam Indonesia (UII)
Kami dari Badan Perencanaan dan Pengembangan (BPP)/Rumah Gagasan UII membuka kesempatan kepada Bapak, Ibu, Saudara/i sekalian untuk memberikan masukan, saran, ataupun gagasan perbaikan dan pengembangan kampus dengan mengisi lembar berikut. Isian yang ditulis secara jelas dan bukan termasuk surat kaleng akan kami sampaikan kepada pemangku kepentingan yang dimaksud dan insyaallah akan dijawab, baik secara terbuka maupun tertutup langsung kepada pengirim (tergantung permintaan). Gagasan yang dijawab oleh stakeholder UII akan mendapatkan souvenir cantik.
Kami tunggu saran dan gagasan solutif untuk UII tercinta ini.
Mohon maaf jika ada kesalahan dan terima kasih
Wassalamu’alaikum wr wb

Universitas Islam Indonesia (UII) sebagai satu dari dua PTS di Indonesia yang mendapatkan hibah PP-PTS berkomitmen memajukan institusi melalui program yang diinisiasi oleh Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Skema C dari hibah ini ditargetkan selesai pada akhir tahun 2019. Saat diselenggarakan monev, para reviewer mengharapkan supaya dari beberapa kegiatan yang dilaksanakan ada yang terlembagakan.

Setiap kegiatan juga diharapkan ada best practice. Begitu penuturan Prof Tjitjik S. Tjahjandarie selaku reviewer pada Senin 7 Oktober 2019 lalu. Hal ini supaya unit atau institusi lain dapat mencontoh untuk ke depannya, sehingga program ini tidak hanya bermanfaat bagi UII namun pihak lain pun dapat mengambil sisi kemanfaatan. Pada monev yang diselenggarakan di ruang sidang Gedung Kuliah Umum (GKU) Prof Sardjito ini juga dilakukan wawancara dengan dosen ataupun mahasiswa yang terlibat dalam hibah.

Hubungan Internasional adalah program studi yang paling banyak berkontribusi dalam program C yaitu kemahasiswaan. Salah satu program yang dijalankan adalah Passage to ASEAN (P2A). Mahasiswa banyak yang merasa puas dengan kegiatan tersebut. Karena dapat mengetahui perbedaan kultur di negara-negara Asia Tenggara. Program lain yang diapresiasi oleh reviewer adalah klinik publikasi internasional.

Menjadi unggul tidak selalu identik dengan harus berkompetisi. Jauh dari itu, lewat bekerjasama dan saling berbagi, tiap institusi pun dapat memaksimalkan keunggulannya. Inilah yang menjadi dasar bagi UII untuk menjalin kerjasama dengan berbagai institusi. Bagi UII, dalam kerjasama sendiri terkandung makna yang besar dan manfaat yang luas bagi peningkatan mutu pendidikan perguruan tinggi.

Demikian disampaikan Rektor UII Nandang Sutrisno SH., LLM., M.Hum., Ph.D., ketika menerima kunjungan Universitas Islam Riau (UIR) ke Universitas Islam Indonesia (UII) pada Senin (12/2) di Ruang Sidang VIP Gedung GBPH Prabuningrat UII. Tampak hadir dan menyambut kunjungan delegasi dari UIR yakni Wakil Rektor I UII, Dr-Ing. Ir. Ilya Fadjar Maharika, MA, IAI., Wakil Rektor III UII, Ir. Agus Taufiq, M.Sc., Kepala Badan Perencana UII, Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo, MT ., Kepala Badan Etika Hukum UII, Ari Wibowo S.H.I., S.H., M.H., Direktur Direktorat Organisasi dan Sumber Daya Manusia UII, Yulianti Dwi Astuti, S.Psi., M.Soc.Sc.,

Sementara itu, Rektor UIR Prof. Dr. Syafrinaldi, SH., M.C.L mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada pihak UII atas penerimaan dan sambutan hangat yang diberikan. Ia menjelaskan kunjungan UIR bertujuan untuk silaturahim dan diskusi lebih lanjut terkait sistem tata kelola dan internasionalisasi akreditasi di UII.

“Kami memilih UII sebagai tujuan karena memang percaya bahwa UII tidak diragukan lagi mulai dari akreditasi institusinya hingga prestasi-prestasi yang sudah diraihnya. Mudah-mudahan diskusi dan silaturahmi ini bisa terus digalakan untuk perbaikan kita bersama,”. Pungkasnya.

Turut hadir membersamai Rektor UIR dalam kunjungannya ini diantaranya Ketua umum YLPI Riau, Dr. Norman, S.Sos., M.Si., Ketua Dewan Pengawas YLPI Riau, H. Yusriza, SH, dan beberapa pengurus, serta guru besar. (EF)

Perguruan tinggi saat ini dihadapkan dengan persaingan yang semakin komplek, terlebih lagi beberapa bulan kedepan kesepakatan bersama untuk melaksanakan ASEAN Economic Community akan segera diterapkan. Sebagai perguruan tinggi yang berkualitas, tentunya diperlukan usaha-usaha untuk menyamakan standar antar perguruan tinggi satu dengan yang lain baik domestik maupun internasional, setidaknya sesuai dengan standar yang diterapkan di Asia Tenggara, biasanya standar perguruan tinggi diukur dengan nilai akreditasi.Akreditasi perguruan tinggi di tingkat negaranegara Asia Tenggara yang saat ini sedang populer adalah ASEAN University Netwotk Quality Assurace (AUN-QA).

Gagasan untuk membuat sebuah badan akreditasi perguruan tinggi di Asia Tenggara ini dimulai tahun 1992 dan akhirnya bisa terealisai enam tahun berikutnya.Demikian itu disampaikan oleh Adi Djoko Guritno, Ph.D yang bertindak sebagai pemateri dalam acara Sharing Experience Akreditasi AUN-QA yang digelar hari ini (10/11) bertempat di Ruang Sidang Utama Gedung Rektorat UII GBPH Prabuningrat. Acara yang diprakarsai oleh Badan Perencana UII tersebut dihadiri oleh Wakil Rektor II Dr. Drs. Nur Feriyanto, MSI., Kepala Badan Perencana UII Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo, MT dan beberapa ketua program studi di UII.Dalam sambutan pembukaannya, Nur Feriyanto menyampaikan bahwa penyelenggaraan acara ini tentunya memiliki relevansi sebagai upaya untuk semakin mengembangkan sistem
penjaminan mutu dan akreditasi prodi di lingkungan UII yang sejalan dengan standar regional ASEAN. “Lewat pemaparan pengalaman ini diharapkan dapat memantik ide dan gagasan dari masing-masing prodi untuk terus berkembang, ungkapnya.Adi Djoko selaku pemateri menyampaikan beberapa poin penting terkait dengan persiapan universitas menuju akreditasi AUN-QA, diantaranya yang perlu dilakukan adalah pelaksanaan workshop penulisan, pendampingan penyusunan dan finalisasi Self Assessment Report (SAR). “Selanjutnya perlu dilakukan simulasi penilaian akreditasi, sebelum akhirnya menuju pada tahap akhir yaitu visitasi dari tim akreditasi AUN-QA, paparnya.

Suasana Pelatihan Optimasi Website di FPSB UIIPeringkat weobometric UII terus mengalami peningkatan, baik di tingkat Asia (peringkat 41) maupun nasional (peringkat 13). Meski demikian, Badan Perencana Universitas Islam Indonesia terus giat memberikan pelatihan kepada para PIC website (baik PIC fakultas/PIC Prodi) di lingkungan UII termasuk di Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya yang diselenggarakan pada hari Rabu, 21 Maret 2012 di laboratorium Komputer FPSB UII. Hadir sebagai penyampai materi adalah Ipan Pranasakti.